Serangga beracun mematikan
1. Botlfy.
Botfly adalah lalat yang masuk klasifikasi keluarga Oestridae dan semua spesiesnya hidup secara parasit di tubuh mamalia. Dianggap mematikan karena jika botfly menggigit mamalia, parasitnya akan langsung cepat menyebar pada kulit mereka dan menyebabkan efek buruk jika tak cepat diobati.
Berbeda dengan mamalia, infeksi botfly pada manusia disebut myiasis. Dermatobia hominis adalah yang paling sering bersarang dan menghabiskan hidupnya sebagai larva di tubuh manusia, walaupun spesies lain juga bisa bersarang dan menyebabkan myiasis.
Namun larva yang sudah terlanjur bersarang di kulit manusia tak boleh ditarik begitu saja karena akan menyebabkan infeksi. Pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa alternatif medis.
2. Semut api.
Berbeda dengan mamalia, infeksi botfly pada manusia disebut myiasis. Dermatobia hominis adalah yang paling sering bersarang dan menghabiskan hidupnya sebagai larva di tubuh manusia, walaupun spesies lain juga bisa bersarang dan menyebabkan myiasis.
Namun larva yang sudah terlanjur bersarang di kulit manusia tak boleh ditarik begitu saja karena akan menyebabkan infeksi. Pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa alternatif medis.
2. Semut api.
Semut api, seperti namanya, adalah serangga kecil yang bisa membuat kulit manusia terbakar dengan gigitannya. Gigitan itu terdiri dari racun yang sangat berbahaya yang disebut 'Solenopsin', yang dapat menyebabkan efek buruk pada manusia jika racunnya dalam jumlah besar.
Semut ini mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem dan umumnya bisa ditemukan di bawah kayu bulat, batu bata atau bebatuan. Jika manusia digigit terlalu banyak sebaiknya harus segera mendapatkan perawatan medis.
Sebab sengatan semut api bisa menyebabkan benjolan pada kulit dan goresan yang akan mengakibatkan hasil buruk. Efek utamanya meliputi benjolan, ruam, nyeri dada dan mual. Reaksi alergi biasanya diobati dengan obat oral, namun korban harus menjalani pengobatan jika racun yang disuntikkan berada pada tingkat yang sangat tinggi.
3. Tawon raksasa Jepang (Giant Japanese Hornet).
Semut ini mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem dan umumnya bisa ditemukan di bawah kayu bulat, batu bata atau bebatuan. Jika manusia digigit terlalu banyak sebaiknya harus segera mendapatkan perawatan medis.
Sebab sengatan semut api bisa menyebabkan benjolan pada kulit dan goresan yang akan mengakibatkan hasil buruk. Efek utamanya meliputi benjolan, ruam, nyeri dada dan mual. Reaksi alergi biasanya diobati dengan obat oral, namun korban harus menjalani pengobatan jika racun yang disuntikkan berada pada tingkat yang sangat tinggi.
3. Tawon raksasa Jepang (Giant Japanese Hornet).
Tawon raksasa Jepang posturnya disebut menyerupai lebah madu biasa, namun lebih besar sedikit. Mereka dianggap sebagai spesies tawon terbesar yang berasal dari pulau-pulau di Jepang.
Dianggap mematikan karena serangga tersebut memiliki gigitan beracun yang mampu menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh serta saraf manusia. Tawon raksasa ini dianggap bertanggungjawab atas sekitar 40-50 kematian manusia setiap tahunnya.
Dianggap mematikan karena serangga tersebut memiliki gigitan beracun yang mampu menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh serta saraf manusia. Tawon raksasa ini dianggap bertanggungjawab atas sekitar 40-50 kematian manusia setiap tahunnya.







Komentar
Posting Komentar